PEMODELAN
AWAL DAN ANALISIS KESTABILAN LSU-05
(PRELIMINARY
MODELLING AND STABILITY ANALYSIS OF LSU-05)
Eko Budi Purwanto
Pusat Teknologi Penerbangan - LAPAN
Email
: eko.budi@lapan.go.id
Abstrak
Untuk analisis sikap terbang dan perancangan sistem kendali
diperlukan model matematika yang merepresentasikan persamaan gerak pesawat.
Persamaan keadaan (state space) dari
LSU-05 diturunkan menggunakan teori first
principle. Untuk perhitungan nilai parameter dinamika terbang digunakan
piranti lunak Datcom dan Matlab. Penting diketahui bahwa luas ruang untuk
muatan dalam badan LSU-05 adalah 390.000 mili meter persegi untuk itu posisi
muatan harus disimulasikan agar resultan momen inersia berada di sumbu-x
(sejajar terhadap garis lurus dari titik CG ke hidung pesawat), guna memperkuat
kestabilan. Hasil pemodelan adalah persamaan keadaan untuk gerak longitudinal
terdiri atas satu pasang pole short
period mode dan satu pasang phugoid
mode, dan gerak lateral-direksional terdiri atas roll mode, satu pasang dutch
roll mode dan spiral mode. Dari
simulasi diketahui bahwa bagian nyata akar karakteristik kedua mode di sebelah
kiri sumbu imajiner. Ini berarti bahwa LSU-05 mempunyai karakteristik stabil
statis dan dinamik.
ABSTRACT
For analysis
of flight attitude and control system design needed the mathematic model that
representation of aircraft motion. The state space of LSU-05 is derived using
first principle theory. The calculation of flight dynamic parameter value used
Datcom and Matlab software. Important to know that space for payload in the
LSU-05 body is 390000 millimeter square, therefore the position of payload must
be simulated inorder for the moment inertia to be located in the x-axis
(parallel to the line forward from CG to aircraft nose), for support the
stability. The result of modeling is state space of longitudinal motion is
consist of one pair of short period mode, and one pair of phugoid mode, and
lateral-directional motion is consist of roll mode, one pair of dutch roll
mode, and spiral mode. From the simulation its is known that the real part of
eigen values both located on the left of imaginer axis. This mean that LSU-05
have static and dynamic stability characteristics. The improvement of
performance of dynamic stability can be made use the vehicle control design.
Key word:
state space, longitudinal, lateral-directional.
1.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Visi dan misiLapan Surveilance UAV seri 05 (LSU-05) adalah untuk pengujian
peralatan ilmiah dan melakukan observasi daerah dibawah jalur terbangnya pada
kondisi terbang jelajah (cruise) atau
pada keadaan loiter. Untuk itu profil misi dimulai dengan take-off, climb, masuk
fase cruise, dan diakhiri dengan decent kemudian landing, seperti ditampilkan di bawah ini[1].
Gambar 1.1. Grafik profil misi
LSU-05
Pada studi literatur, dipelajari
dan dibandingkan pesawat-pesawat tanpa awak sejenis dan mirip dengan LSU-05
[2,3,4,5,6]. Hal ini dilakukan agar tidak belajar dari nol dan mendapat
perkiraan awal terkait dengan bentuk, konfigurasi, dimensi geometris, konsep
operasi, komponen pelengkap lainnya. Kelebihan dan kekurangan dari pesawat
sejenis yang sudah ada menjadi tolak ukur dalam pengambilan keputusan teknis
yang akan digunakan. Hasil studi terhadap pesawat pembanding digunakan sebagai
masukan dalam desain dan implementasi LSU-05. Termasuk penyusunan sistem
propulsi, kendali, otonomus, muatan dan pendukungnya. Diharapkan LSU-05 lebih
sempurna dari pesawat sejenis yang sudah ada. Pesawat pembanding yang digunakan
dalam merancang konfigurasi LSU-05 diberikan pada tabel berikut ini.
Tabel 1.1.
Spesifikasi UAV pembanding dalam perancangan LSU-05
Penurunan model dinamika terbang
LSU-05 dalam bentuk persamaan keadaan. Model matematika ini penting untuk
mengetahui karakteristik dan analisis kestabilan terbang. Pemodelan dan
perhitungan menggunakan metoda geometris dan piranti lunak Datcom, XFLR5,
Matlab dan
pengukuran pada gambar teknis. Hasil perhitungand engan Datcom digunakan untuk
mendapatkan persamaan keadaan mode longitudinal dan lateral-direksional. Maksud
“Pemodelan Awal” adalah penurunan persamaan keadaan menggunakan teori first principle. Selanjutnya persamaan
keadaan tersebut akan di verifikasi menggunakan data uji terowongan angin atau
data uji terbang.
Analisis kestabilan menggunakan
piranti lunak Matlab meliputi waktu settling (ts), waktu tunda (td),
waktu puncak (tp), waktu pencapaian (tr), dan lewatan
maksimum (Mp). Berdasarkan hasil simulasi lingkar terbuka (open loop) selanjutnya bisa dirancang sistem
kendali untuk memperbaiki kestabilan terbang dalam lingkungan virtual. Akurasi
model persamaan keadaan yang diturunkan perlu divalidasi dan diverifikasi
sebelum diimplementasikan dalam perangkat keras (hardware).
1.2.
Tujuan
Penelitian dan pengembangan
LSU-05 ini bertujuan: (1) menghitung parameter LSU-05, (2) menurunkan persamaan
keadaan LSU-05 dalam matra longitudinal dan lateral-direksional, (3) Simulasi
dan analisis kestabilan dinamika terbang.
2.
TINJAUAN
TEORI TERKAIT LSU-05
2.1.
Persamaan Gerak Longitudinal LSU-05
Komponen pembangun persamaan
keadaan gerak longitudinal terdiri atas gaya kearah sumbu-x, sumbu-z, dan momen
terhadap sumbu-y yang berpusat di titik pusat massa (central of gravitation/CG). Masukan untuk gerak longitudinal
terdiri atas defleksi elevator dan gaya dorong mesin (thrust). Tiga persamaan dasar yang digunakan untuk penurunan
persamaan keadaan seperti dituliskan dibawah ini [7, 8, 9].
Kecepatan
linier dan angular total adalah:
Dengan U0,
W0, V0, P0, Q0, R0 adalah
nilai kesetimbangan dan u, v, w, p, q, r
adalah perubahan akibat adanya gangguan. Representasi salib sumbu stabilitas
pada gambar berikut.
Gambar 2.1. Sumbu Stabilitas
Kondisi Kesetimbangan dan Gangguan LSU-05[10, 11].
Dari gambar sumbu kestabilan pada
kondisi kesetimbangan dan gangguan terhadap sebuah pesawat di atas, diperoleh
hubungan:
Persamaan di atas digunakan untuk
analisis dinamik dengan mengambil sumbu kestabilan Q0. Perubahan Q yang sama dengan q, merupakan akibat rotasi pada
sumbu Y dan q = q’. Dalam kondisi ini berlaku U = U0 = u dan W = w, karena U0 konstan maka U’
= u’ dan W’ = w’ artinya gerak
pesawat tidak dipercepat sehingga Q0
= 0 dan qb = q. Oleh
karena itu persamaan menjadi:
dengan asumsi gangguan kecil
terhadap kondisi kesetimbangan, maka perkalian antara bilangan kecil dapat
diabaikan. Dalam hal ini diasumsikan sudut relatif kecil terhadap sudut
kesetimbangan, sehingga diperoleh empat persamaan berikut:
Dengan substitusi, manipulasi dan asumsi,
akhirnya diperoleh empat persamaan yang
dievaluasi pada kondisi kesetimbangan,
yaitu:
Keterangan
:
2.2.
Persamaan Gerak
Lateral-Direksional LSU-05
Persamaan gerak
lateral-direksional dibangun oleh gaya Fy, momen roll (Dl), dan momen yaw (Dn), yaitu [7, 8, 9] :
Persamaan adalah decoupled,
maka diasumsikan bahwa Q = 0 (nol). Jika sumbu x equilibrium sepanjang lintasan terbang dan tidak ada slip samping (side slip) selama equilibrium, maka V0 = W = 0 dan U = Uo + u, demikian juga
turunannya V’ = v’ dan U’ = u’ . Pesawat tidak mengalami
percepatan artinya P0 dan R0 bernilai nol, sehingga P = p dan R = r. Apabila nilainya dimasukan kedalam persamaan
sebelumnya, maka diperoleh persamaan berikut :
Gaya kearah sumbu y disebabkan oleh gangguan yang linier dan
anguler, dan diferesial parsiil linier sepanjang gangguan, nilai awal nol dan
semua diferensial pad akondisi tunak (steady
state). Akhirnya diperoleh empat persamaan untuk gerak lateral-direksional
yaitu :
3.
METODE PENELITIAN DAN PERHITUNGAN
NILAI PARAMETER LSU-05
3.1.
Metoda Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan
metoda eksperimen yang pelaksanaanya dengan cara simulasi menggunakan piranti
lunak. Kegiatan dalam penelitian ini meliputi : mengidentifikasi
parameter-parameter dinamika terbang, mengukur dimensi fisik LSU-05 menggunakan
gambar teknis skala 1:1, membuat program perhitungan nilai parameter terbang
menggunakan Datcom, perhitungan nilai parameter terbang, membuat program penurunan
persamaan keadaan, simulasi terhadap persamaan keadaan untuk mengetahui
karakteristik kestabilan LSU-05.
3.2.
Diagram Alir Perhitungan
Diagram alir rancang bangun
LSU-05 meliputi : identifikasi parameter, perhitungan nilai parameter,
penurunan persamaan keadaan, impelmentasi kebentuk coding, simulasi dan
analisis kestabilan, seperti ditampilkan dibawah ini[10, 11].
Gambar 3.1. Diagram alir
pemodelan LSU-05
Perhitungan nilai
konstanta didasarkan pada gambar teknis dan spesifikasi LSU-05 yang sudah
ditetapkan didalam Design Requirement and
Objective (DRO). Untuk menentukan nilai-nilai parameter dinamika terbang
digunakan piranti lunak Datcom[12], XFLR5 [13], sedangkan perhitungan elemen
matrik persamaan
keadaan digunakan Matlab[14].
Hasil pengukuran terhadap mock-up, gambar teknis skala 1:1, dan
data teknis yang dihitung dan turunkan oleh tim [1], dapat dibuat table
spesifikasi LSU-05 seperti dibawah ini.
Tabel 3.1. Spesifikasi LSU-05dan nilai konstanta yang digunakan
Gambar
teknis tree view LSU-05 ditampilkan
bawah ini [1]
Gambar 3.2. Gambar teknis LSU-05
[1]
Perhitungan parameter dinamika
terbang LSU-05 menggunakan piranti lunak XFLR5, Datcom dan Matlab. Salah satu
hasil perhitungan menggunakan XFLR5 ditampilkan di bawah ini.
Gambar 3.3. Hasilperhitungan
nilai parameter dinamika terbang LSU-05[1]
3.3.
Perhitungan Nilai Parameter Dan
Persamaan Keadaan Matra Longitudinal
Coding untuk mendapatkan persamaan
keadaan pada matra longitudinal
diturunkan dari LSU-01 dengan penyesuaian nilai konstanta untuk LSU-05 seperti
ditabelkan dibawah ini [7, 10].
Tabel 3.2. Nilai
Parameter untuk matra longitudinal LSU–05
Dengan nilai konstantan diatas, dan coding yang ditulis
menggunakan piranti lunak Matlab maka diperoleh persamaan matra longitudinal LSU-05 berikut ini.
3.4.
Perhitungan Nilai Parameter Dan
Persamaan Keadaan Gerak Lateral-Direksional
Coding untuk
mendapatkan persamaan keadaan pada matra
lateral-direksional diturunkan dari LSU-01 dengan penyesuaian nilai konstanta
untuk LSU-05 seperti ditabelkan dibawah ini [7, 11].
Tabel 3.3. Nilai Parameter untuk Gerak
Lateral-Direksional LSU–05
Ruangan untuk muatan di LSU-05 relatif lebar, sehingga penempatan
muatan tidak berada di sumbu x, sepertid itampilkan di bawah ini.
Gambar 3.4. Posisi muatan di dalam cabin LSU-05[1]
Untuk itu dilakukan simulasi posisi muatan agar kestabilan terbang
dicapai. Hasilnya sperhitungan didapat nilai inersia sebagai berikut:
Dengan nilai-nilai konstantan diatas, dan coding yang ditulis
menggunakan piranti lunak Matlab maka diperoleh persamaan matra l
lateral-direksional LSU-05 berikut ini.
4.
PEMBAHASAN
Konfigurasi pesawat adalah tata
letak dan bentuk umum dari pesawat yang ingin dibangun, dalam hal ini LSU-05
menggunakan twin tail [15, 16]. Contoh, apakah pesawat yang dibangun
menggunakan mesin jet atau mesin propeller dan peletakanya di bagian
hidung atau di belakang. Didasarkan pada beberapa pertimbangan, pemilihan
konfigurasi ini penting agar pesawat dapat menjalankan misi yang sudah
ditentukan dalam DR&O. Secara umum rancang bangun sebuah pesawat akan
dipengaruhi oleh konfigurasi pesawat generasi sebelumnya. Penentuan model
pesawat LSU-05 dipengaruhi konfigurasi pesawat sejenis serta LSU-03, dan LSU-02
yang sudah teruji dan sukses menjalankan misinya.
4.1.
Gerak Longitudinal
Hasil simulasi dengan piranti
lunak Matlab terhadap matriks A, B, C, D diperoleh posisi pole-zero pada
bidang-s untuk gerak longitudinal seperti gambar di bawah ini.
Gambar 4.1.
Letak Pole–Zero Gerak Longitudinal LSU–05
Selanjutnya
dapat diperoleh nilai Eigen dari sistem, damping rasio dan frekuensi eigen yang
ditampilkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1.
Nilai Akar Karakteristik untuk Gerak Longitudinal LSU–05
Terlihat bahwa semua akar
karakteristik berada di sebelah kiri sumbu imajiner, artinya bahwa LSU-05
stabil dinamik pada gerak longitudinal. Berdasarkan letak pole pada bidang–s, terlihat akar karakteristik dari mode short period berada jauh dari sumbu
imajiner. Sebaliknya akar karakteristik mode phugoid berada di dekat sumbu imajiner, artinya waktu osilasi mode phugoid lebih panjang. Untuk analisis
kestabilan dinamik gerak longitudinal digunakan simulasi lingkar terbuka (open
loop) dengan masukan defleksi elevator
dan throttle. Grafik respon terhadap
masukan impulse ditampilkan pada gambar di bawah ini.
Gambar
4.2. Grafik respon terhadap masukan impulse
Gambar
4.3. Diagram Bode Gerak Longitudinal LSU–05
Dari gambar di atas terlihat
bahwa lewatan (overshoot) keluaran relatif besar dan waktu pencapaian (settling
time) keadaan tunak relatif lama (lebih dari 5 detik). Kondisi ini dapat
diperbaiki dengan sistem kendali yang sesuai, sehingga letak pole bergeser
lebih ke kiri. Diagram bode dari gerak longitudinal ditampilkan pada gambar di
bawah ini.
Dari grafik diatas, terlihat bahwa
gangguan frekuensi terjadi pada frekuenasi 1 rad/detik dan sistem semakin
stabil seiring kenaikan frekuensi. Dengan sistem kendali diharapkan gangguan
naik turun pada frekuensi tersebut dapat diredam. Sementara plot
lokasi akar karakteristik untuk pitch ditampilkan pada gambar berikut ini.
Gambar 4.4. Root Locus
Gerak Longitudinal LSU–05
4.2.
Gerak Lateral-Direksional
Gambar 4.5.
Letak Pole–Zero Gerak Lateral-direksional LSU–05
Hasil simulasi dengan piranti
lunak Matlab terhadap matriks A, B, C, D diperoleh posisi pole-zero pada
bidang-s untuk gerak lateral direksional seperti gambar di bawah ini.
Selanjutnya dapat diperoleh nilai
Eigen dari sistem, damping rasio dan frekuensi eigenyang ditampilkan pada tabel
di bawah ini.
Tabel 4.2.
Nilai Akar Karakteristik untuk Gerak Longitudinal LSU–05
Terlihat bahwa semua akar
karakteristik berada di sebelah kiri sumbu imajiner, artinya bahwa LSU-05
stabil dinamik pada gerak lateral-direksional. Akar karakteristik terdiri atas roll mode berada jauh disebelah kiri,
sepasang pole dutch roll, dan spiral mode didekat sumbu imajiner.
Hasil ini sesuai dengan mode gerak lateral-direksional sebuah wahana terbang
secara umum. Untuk analisis kestabilan dinamik gerak lateral direksional
diduganakan simulasi lingkar terbuka dengan masukan defleksi aileron danrudder.
Respon waktu hasil simulasi terhadap masukan impulse ditampilkan di bawah ini.
Berdasarkan Gambar (4.6) terlihat
bahwa efek dari rudder terhadap sudut yaw dan bank angle, aileron terhadap
yawing menuju kondisi stabil. Sedangkan efek aileron terhadap bank angle
memberikan lewatan cukup besar, walaupun akhirnya ke titik stabil.
Kekurangan ini bisa diperbaiki oleh perancangan sistem kendali.
Diagram bode dari gerak lateral-direksional ditampilkan pada gambar
di bawah ini.
Berdasarkan grafik diatas,
terlihat bahwa ada gangguan frekuensi muncul dua kali dan semakin ke kanan
grafik semakin stabil. Dengan peran sistem kendali diharapkan gangguan naik
turun frekuensi tersebut bisa diminimalisir. Plot lokasi
akar karakteristik untuk matra lateral-direksional diberikan berikut ini.
Gambar 4.8. Root LocusGerak
Lateral-direksional LSU–05
5.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas, dapat
disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Untuk keperluan analisis karakteristis
suatu wahana diperlukan model matermatik yang merepresentasikan persamaan
gerak. Dengan menggunakan piranti lunak Datcom dan XFLR5, dapat diperoleh
nilai-nilai parameter LSU-05 yang selanjutnya digunakan untuk menurunkan
persamaan keadaan. Dengan penurunan matematik (first priciple theory) dan Matlab, diperoleh persamaan keadaan
LSU-05 dalam matra longitudinal dan lateral-direksional. Dari simulasi
menggunakan Matlab dapat diketahui bahwa posisi pole kedua mode gerak berada di
sebelah kiri sumbu imajiner. Berdasarkan posisi pole pada bidang-s, dapat
dikatakan bahwa LSU-05 mempunyai karakteristik kestabilan dinamik pada kedua
mode gerak. Untuk mendapatkan persamaan keadaan yang sesuai dengan kenyataan
(riil), selanjutnya akan di validasi menggunakan Identification Toolbox System Matlab dengan masukan data dummy
dan/atau data uji terbang. Dengan persamaan keadaan yang diperoleh ini,
perancangan sistem kendali bisa dilakukan untuk mendapat nilai
parameternya.
UCAPAN
TERIMAKASIH
Terimakasih diucapkan kepada yth
Bapak : Fuad
Surastyo Pranoto, Yanuar Prabowo,
Prasepvianto Estubroto atas diskusi dan
kerjasamanya, dan terimakasih juga kepada Bapak Afif Nugroho atas keikhlasanya
saya diijinkan meng-copy gambar
teknis LSU-05.
PERNYATAAN
PENULIS
Penulis menyatakan
bahwa paper ini adalah asli hasil karya sendiri, dengan penggunaan data, gambar
atau informasi sudah seijin pembuatnya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Cahya Edi
Santosa, dkk, 2013. Progress Report Lapan
Surveilance UAV (LSU) 05, Dokumen
Pusat Teknologi Penerbangan – LAPAN.
2.
Nn;, 2014, “Yabhon Smart Eye
Unmanned Aerial Vehicle (UAV), United Arab Emirates”; http://www.airforce-technology.com
/projects/ yabhon-smart-eye-unmanned-aerial-vehicle-uav/; Airforce-technology.com; Nn; “Chacal 2Unmanned
Aerial Vehicle, http://www.alcoretech.com/en/?vehicle=chacal-2; ALCORE
Technologies
3.
Nn,
2014, ST Aerospace Skyblade, http://en.wikipedia.org/wiki/
ST_Aerospace_Skyblade; http://en.ruvsa.com/catalog/skyblade_iv/, April 2014.
4.
Nn,
2014, Arcturus T-20 Unmanned Aerial Vehicle, United States
of America, http://www.airforce-technology.com/projects/arcturus-t-20-unmanned-aerial-vehicle/. Airforce-technology.com
5.
Nn,
2014, Penguin B Unmanned
Aerial Vehicle (UAV), Latvia, http://www.airforce-technology.com/projects/penguin-b-unmanned-aerial-vehicle/. Airforce-technology.com
6.
Eko Budi Purwanto, dkk., 2013, Pemodelan LSU-01, Laporan Kegiatan Tahun 2013, Bidang Teknologi
Avionik – Pustekbang – Lapan
7.
Donald
McLean , 1990, Automatic Flight Control
System”;Prentice Hall International (UK) Ltd.
8.
John H.
Blakelock, 1991, Automatic Control of
Aircraft and Missiles, second edition”; Air Force Institute of Technology;
A Willey-Interscience Publication; John Wiley & Sons, Inc.
9.
Heri
Purnawan, 2014, Pemodelan Gerak
Longitudinal dan Analisis Kestabilan Dinamik LSU-05”; Laporan KP di Bidang
Teknologi Avionik; Dokumen Pusat Teknologi Penerbangan
10.
M. Anas
Fikri Muzaki, 2014, Pemodelan Gerak
Lateral Direksional dan Analisis Kestabilan Dinamik LSU-05, Laporan KP di
Bidang Teknologi Avionik, Dokumen Pusat Teknologi Penerbangan,
11.
St. Louis
Divison, 1999, The Usaf Stability and
Control DATCOM, User Manual, Volume I, Datcom User manual; McDonnell Douglas
Astronautics Company; Update by Public Domain Aeronautical Software; Santa Cruz
CA95061; December 1999.
12.
Nn; 2009, XFLR5Analysis Of Foils And Wings Operating
At Low Reynolds Numbers, User ManualGuidelines For QFLR5 V0.03; October
2009.
13.
Nn, 2013, Matlab
Software 12a, Matlab License Number : 779907; January 2013.
14.
Lasantha Kurukularachchi; Rajeeve Prince; S.R. Munasinghe, 2014, “Stabilityand Control Analysisin
Twin-Boom Vertical Stabilizer Unmanned Aerial Vehicle(UAV)”; International
Journal of Scientific and Research Publications, Volume 4, Issue 2, February
2014 1 ISSN 2250-3153.
15.
Cyrus
Abdollahi, 2010, Aerodynamic Analysis And
Simulation Of A Twin-Tail Tilt-Duct Unmanned Aerial Vehicle, Thesis
submitted to the Faculty of the Graduate School of the University of Maryland,
College Park in partial ful_llment of the requirements for the degree of
Masters of Science
BIO DATA PENULIS

































Tidak ada komentar:
Posting Komentar