RANCANGBANGUN
AUTOMATIC WEATHER STATION BERBASIS
TEKNOLOGI TELEMETRI
Oleh :
Eko Budi Purwanto, Ir. MT
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ABSTRAK
Pengukuran parameter cuaca adalah penting untuk
mengetahui perilaku cuaca atau penelitian sistem konversi energi. Untuk tujuan
ini diperlukan cukup data dari pengukuran yang terus-menerus. Rancang bangun Automatic Weather Station (AWS) berbasis
telemetri merupakan jawaban yang tepat, karena instrumen ini tidak mengharuskan
operator siap 24 jam di lokasi. Pengambilan data dan reset memori AWS dapat
dilakukan dari ruang monitor sesuai kapasitas RAM.
Sistem AWS yang dirancang dilengkapi dengan 7 sensor yaitu : kecepatan angin,
arah angin, radiasi matahari, curah hujan, kelembaman, suhu udara dan suhu
tanah. Hasil uji coba di lapangan menunjukan bahwa instrumen berfungsi baik dan
dapat mengukur parameter cuaca. Untuk kinerja AWS yang lebih baik, bisa
dilakukan dengan menambah jumlah sensor dan kapasitas memori.
ABSTRACT
Measurement of
weather parameter is important to see weather condition or research of energy
convertions system. For these objective needed the enaugh data from the
continues measurement. Design and manufacturing of Automatic Weather Station (AWS)
telemetry base is rihgt answer because
the operator of these instrument do not must stanby in location 24 hours. Download
data and memory AWS reset can be doing from monitoring room match with RAM
capacity.
The AWS
system completed with 7 sensor that is wind speed, wind direction, solar
radiation, rain gauge, hygro, air temperature and eart temperature. The result
of test and evaluation in location show that the instriment have good function
and can measure of weather parameter. For better performance of AWS can doing with add the number of sensor and
memory capacity.
1. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Monitoring parameter cuaca
menggunakan peralatan konvensional diperlukan operator yang siap 24 jam di lokasi.
Diera modern dengan sistem komunikasi serba nir kabel, hal ini sangat tidak
efisien. Oleh karena itu perlu dikembangkan sistem yang bisa merekam data
secara kontinyu dan mudah diakses. Sistem terintegrasi untuk mengukur parameter
cuaca tersebut dinamakan stasiun pengamat cuaca otomatis (Automatic Weather Station).
AWS merupakan sistem
instrumentasi yang bisa menjawab tantangan tersebut karena AWS akan mengambil
data setiap 10 menit selama 24 jam sehari. Dengan instrumen AWS maka data yang
sudah tersimpan di RAM dapat di download kapan saja sesuai kebutuhan atau
sesuai kapasitas memori. Keunggulan lain adalah reset memori bisa dilakukan
dari tempat lain (ruang kontrol) yang berada jauh dari lokasi pemasangan. Pada penelitian ini hasil rancang bangun AWS dipasang
di Pantai Parangtritis - DIY.
1.2.Tujuan
- Melakukan
rancangbangun automatic weather
station (AWS)
- Melakukan instalasi AWS untuk monitoring data
cuaca di Parangtritis
- Melakukan pengujian peralatan AWS yang terpasang
- Melakukan evaluasi kinerja peralatan
2.
LANDASAN TEORI
2.1.Weather Station
Stasiun pengamat cuaca
adalah suatu stasiun dengan instrumen dan peralatan untuk pengamatan kondisi
cuaca. Data hasil pengukuran kemudian diolah menjadi informasi yang bisa
digunakan untuk prediksi cuaca dan untuk melakukan penelitian lain. AWS terdiri
atas 1 logger, 1 set menara, penangkal petir dan 7 sensor yaitu kecepatan
angin, arah angin, suhu tanah, curah hujan, temperatur, kelembaban udara,
radiasi matahari. Skema AWS pada gambar 1.
Gambar 1. Sistem AWS yang terpasang
Diagram blok sistem AWS
adalah sebagai berikut,
Gambar 2. Diagram blok sistem AWS
Untuk menghindari turbulensi udara maka peralatan dipasang padang rumput atau
tanah datar yang relatif jauh dari pohon
tinggi atau bangunan, seperti gambar dibawah ini.
Gambar 3. Penempatan AWS di
sekitar bangunan atau pohon
2.2.Sistem Telemetri
Telemetri
adalah pengiriman data (komunikasi data) tanpa menggunakan kabel (wireless). Secara umum sistem telemetri terdiri
atas enam bagian pendukung yaitu objek ukur, sensor, pemancar, saluran
transmisi, penerima dan tampilan/display, seperti diagram blok dibawah ini.
Gambar 4. Diagram Blok Sistem Telemetri
Konfigurasi sistem pengiriman dan penerimaan data dengan
AWS pada gambar dibawah ini.
Gambar 5. Sistem pengiriman
dan penerimaan data
AWS dengan teknologi telemetri ini cocok untuk
monitoring data di daerah pegunungan atau pulau tanpa penduduk. Hasil
pengukuran ditampung dalam RAM yang berkapasitas 80 kb dan bisa ditingkatkan (expanded) hingga 1 Gb. Apabila sata
sudah diambil (download) dari stasiun
monitoring selanjutnya memori dikosongkan (direset) kembali. Setiap penyimpanan dibutuhkan memori 80 byte, jika sampling
data tiap menit dan setiap 10 data (10 menit) dirata-rata dan disimpan, maka kapasitas
RAM 1 Gb dapat menampung data untuk kurun waktu pengukran 86,8 jam (3,6 hari). Sistem
catu daya terdiri 1panel surya 20 W, tegangan puncak 19 Volt dan baterei kering
12 V, 7 Ah.
3.1. Rancangan Software
Rancangan weather station
dapat dibedakan atas dua macam yaitu rancangan piranti lunak (software) dan rancangan perangkat keras
(hardware). Rancangan software
disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan program yang tidak menuntut
keahlian khusus. Oleh karena itu software yang digunakan bisa under DOS seperti
PROCOMM.EXE atau under Windows seperti
Visual Basic.
SETUP
HP ENGINE/MODEM
Perintah yang dijalankan adalah menjalankan
program hyperterminal (apabila menggunakan
program hyperterminal) atau PROCOMM.EXE dan akan muncul tampilan berikut.
Gambar 6. (a) Menjalankan
program hyperterminal, (b) Tampilan awal program hyperterminal
Secara
otomatis akan dilakukan inisialisasi terhadap HP engine (default setup auto answer dan hp akan menjawab secara otomatis). Langkah-langkah
setup auto answer sebagai berikut :
i.
Memasang HP engine lengkap dengan kabel serial
dan catu daya ke PC
ii.
Membuka program
hyperterminal dan melakukan set commport
serial yang digunakan dengan baudrate 19200 bps.
iii.
Menyalakan power supply hp engine, jika hp engine
(modem OK) maka muncul tulisan OK pada layar, setelah itu tulis instruksi command seperti tampilan berikut.
iv.
Setiap line
command diakhiri dengan enter.
Gambar
7. Tampilan setup engine modem.
ANTARMUKA PENGGUNA (User Interface) peralatan AWS.
Gambar
8. User interface AWS
3.2. Rancangan Hardware
Perlengkapan
keseluruhan hardware yang disiapkan yaitu:
A.
Logger meliputi:
1. Box yang terdiri dari 2 box:
i.
Box kecil yang
sudah lengkap dengan konektornya
ii.
Box besar yang
sudah lengkap dengan lubang konektornya
2. PCB yang sudah
lengkap dengan semua komponen elektroniknya
B. Catu daya meliputi:
1.
Panel surya lengkap dengan tiang dan kabel
konektornya
2.
ACCU kering 12V
C. Sensor meliputi:
1.
Sensor kecepatan dan arah angin
2.
Sensor Suhu tanah-1 (20 cm) dan tanah-2 (40 cm) à Optional
3.
Sensor Suhu Udara
4. Sensor Kelembaban (Humidity)
5. Sensor Radiasi (optional)
6. Sensor Curah Hujan
D. Monitoring (Display) meliputi:
- Display Seven Segment
- Komputer lengkap
dengan software atau program aplikasi yang dibutuhkan (bisa Procomm.exe,
hyperterminal atau program AWS View (dalam 1 paket AWS)
3. Peralatan
Telemetri yaitu HP-Engine lengkap dengan kartu (SIM-Card).
Tata letak komponen (layout) logger AWS pada gambar 9 dibawah ini.
Gambar 9. Layout PCB Loger AWS.
Packaging menggunakan box yang mempunyai karakteristik kuat, tahan
benturan, tahan korosi, menarik, ringan. Hasil pengepakan seperti pada gambar
10 dibawah ini.
Gambar 10. Konfigurasi konektor
Weather Station
Masing-masing tombol pada box
AWS tersebut mempunyai fungsi seperti pada tabel dibawah ini.
Tabel 1. Keterangan
konfigurasi konektor Weather Station
Konektor
|
Keterangan
|
Konektor
|
Keterangan
|
1
|
Arah
Angin
|
10
|
Catu
12V out
|
2
|
Kecepatan
Angin
|
11
|
LCD/PC
|
3
|
Suhu
Tanah-1 (20 cm)
|
12
|
Tombol
Kontrol(Interrupt)
|
4
|
Suhu
Tanah-2 (40 cm)
|
13
|
Saklar Togle
|
5
|
Suhu
Udara
|
14
|
Led
Status
|
6
|
Kelembaban
|
15
|
Modem/
HP GPRS
|
7
|
Radiasi
(optional)
|
||
8
|
Curah
Hujan
|
||
9
|
Accu 12v (atau adaptor 12v)
|
Tombol kontrol (Tombol Interrupt)
Tombol
kontrol (interrupt) dengan cara
ditekan digunakan untuk beberapa instruksi. Penekanan ini dibarengi dengan
nyala Led Status (berkedip-kedip), jumlah kedip Led masing-masing memiliki
arti/makna instruksi yaitu dapat dilihat dalam tabel 2.
Tabel 2. Instruksi lewat tombol interrupt
Jml Kedip
|
Keterangan
|
3X
|
Mengeluarkan data saat penginderaan
(data real time setiap 10 detik)
|
5X
|
Download
data yang sudah tersimpan di RAM (Media Penyimpan)
|
10X
|
Mengeluarkan
Status Data
|
15X
|
Break
yaitu berhenti, merata-rata dan
menyimpan data pada jam terakhir
|
20X
|
Delete semua data di RAM
|
4.
PENGUJIAN
4.1.Data hasil pengukuran di lapangan (data mentah) sebagai contoh pada
LAMPIRAN.
4.2.Hasil
Pengujian Data di disajikan paga
grafik dibawah ini.
Gambar 11.
Grafik data parameter cuaca hasil pengukuran AWS
5.
KESIMPULAN
Kesimpulan.
1.
Hasil rancang bangun peralatan AWS sesuai dengan
alokasi waktu.
2. Instalasi AWS di Parangtritis sudah bisa
dilaksanakan.
3.
Semua sensor dapat berfungsi dan mengukur data.
4.
Peralatan AWS bisa berfungsi sesuai dengan rancangan
yang diinginkan.
5.
Sering terjadi permasalahan pada catu daya, oleh
karena itu perlu dirancang sistem catu daya yang lebih bagus dengan power yang
mencukupi.
6.
Peningkatkan kinerja AWS bisa dilakukan dengan
menambah sensor dan kapasitas RAM.
7.
Secara terintegrasi sistem AWS berfungsi dengan baik
dan cukup handal terhadap cuaca.
DAFTAR PUSTAKA
1. Arief Chandra Setiawa, Otomatisasi Stasiun Cuaca untuk Menunjang Kegiatan Pertanian; November
2003, http://tumoutou.net/702_07134/arief_c_setiawan.htm
2. Muhamad Rovianto, Basuki Rahmat, Ahmad Rizal; Desain dan Realisasi sistem Telemetri FSK
(Suhu, Tekanan Udara, Kelembaban); Jurusan Teknik Elektro, STT Telkom, Bandung . http://www.stttelkom.ac.id/staf/ARL/index_files/publikasiPDF/Sistem%20telemetri_snpte.pdf
3. Rakhmat Hanief; Perancangan
dan Implementasi Prototipe sistem Telemetri Berbasis PC Menggunakan Modem Radio;
Departemen Teknik Fisika – ITB; 2005, Bandung ,
http://tf.lib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbtf-gdl-s1-2005-rakhmathan-244
4. Rod
Gonski; Weather Instrument Shelter; http://www.erh.noaa.gov/rah/education/edu2.html
5. TIM AWS Bidang Instrumentasi- PUSTERAPAN – LAPAN, Weather Station Starter Kit (User Guide);
Agustus 2008.
6. Wikipedia, the free encyclopedia, Weather station; http://en.wikipedia.org/wiki/Weather_station
7.
Wikipedia; Sampling (statistics); http://en.wikipedia.org/wiki/Sampling_(statistics).
8.
nn; Sampling dan Investigasi Data; http://www.ilkom.unsri.ac.id/dosen/hartini/materi/IV_Sampling.pdf
9.
Sukiswo; Perancangan
Telemetri Suhu dengan Modulasi Digital FSK-FM; Jurusan Teknik Elektro –
Fak. Teknik Undip; Semarang; http://www.elektro.undip.ac.id/transmisi/des05/sukiswodes05.PDF








