ANALISIS
KARAKTERISTIK SIKAP TERBANG LSU-01 TANPA SISTEM KENDALI
Oleh
:
Eko
Budi Purwanto
Pusat Teknologi Penerbangan – LAPAN
ABSTRAK
Pemodelan adalan penting untuk menganalisis
karakteristik dinamik sebuah UAV. Model dinamik LSU-01 sudah dilakukan dalam
penelitian ini menggunakan metoda first priciple. Untuk menghitung nilai
parameter dinamik digunakan piranti lunak Datcom, sedangkan untuk analisis
karakteristik dinamik digunakan Matlab. Dari simulasi yang dilakukan
ditunjukkan bahwa bagian nyata (riil) dari nilai eigen berada disebelah kirim
sumbu imajiner (negatif), ini berarti bahwa siste mempunyai karakteristik
stabil statis dan dinamik. Posisi pole pada bidang-s sudah sesuai dengan posisi
pole dari pesawat secara umum. Untuk gerak longitudinal terdiri atas 2 pasang
pole yaitu short period dan phugoid. Sedangakan gerak lateral-direksional
terdiri atas roll mode, dutch roll dan spiral mode.
Flight Attitude Characteristic Analysis of LSU-01 Without Control System
ABSTRACT
Modeling is
important for analysis of dynamic characteristic of UAV. Dynamic model of
LSU-01 was developed of these research using first principle method. For
calculated flight dynamic parameter using Datcom and for analysis of dynamic
characteristic used Matlab software. From simulation showed that the real part
of eigen value LSU-01 on the left of imaginer axis, the main that system have
statis and dynamic stability. The palce
pole of LSU-01 in the s-plane is
appropriate with ussualy aircraft mode. Eigen
value of longitudinal motion is short period and phugoid, and for
lateral-directional motion is roll mode, dutch roll and spiral mode.
1.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
UAV (Unmanned Aerial
Vehicle) sebagai
alternatif yang cocok untuk menggantikan pesawat berawak atau satelit untuk
berbagai tujuan, seperti monitoring lingkungan, pemetaan lahan pertanian,
mitigasi bencana dan survey. UAV menjanjikan lebih presisi dan biaya operasi
yang relatif murah dibanding cara konvensional (pengukuran langsung). Kunci
sukses dari pemanfaatan UAV adalah sistem auto pilot yang dapat mengendalikan sikap
terbang UAV tanpa campur tangan manusia.
Resiko paling
sering waktu uji terbang sebuah Unmanned
Aerial Vehicle (UAV) adalah keadaan tidak terkendali (uncontrolable) ketika mode dipindahkan dari manual ke autonomous.
Untuk kasus wahana terbang seperti UAV, apabila tidak terkendali maka terbang
UAV tidak stabil. Faktor penyebabnya adalah permasalahan dari dalam UAV dan/atau
pengaruh lingkungan. Oleh karena itu menganalisa karakteristik sikap terbang
UAV perlu dilakukan sebelum menganalisa pengaruh lingkungan. Dalam hal ini
model matematik hasil penurunan harus diuji sehingga pengaruh masukan terhadap
perilaku terbang dapat diketahui dengan pasti.
Langkah awal yang harus dikerjakan adalah menurunkan
model dinamika terbang dari UAV yang dikembangkan. Pemodelan numerik dari
dinamika terbang dalam industri pesawat terbang, UAV atau satelit memerlukan
jalan panjang, sehingga harus ada usaha yang serius dan tekun. Model dinamika
terbang merupakan representasi matematik dari performance kondisi tunak dan
respon dinamik dari UAV atau plant. Model dinamik sangat penting untuk
pengembangan lebih lanjut, seperti penerapan algoritma uji kendali, uji stabilitas
dan analisa karakteristik sikap terbang, onboard
system autopilot dan onboard Inertial
Navigation Systems (INS). Dalam pengembangan sistem autopilot UAV, simulasi
model dinamika terbang diikuti dengan sistem keamanan pengujian komputasi. Namun
akurasi model software yang dikembangkan dari penurunan menggunakan metoda first principle belum dipastikan. Oleh
karena itu untuk mendapatkan model diskrit yang mirip dengan keadaan
sebenarnya, diperlukan implementasi, verifikasi dan validasi.
Pemodelan
LSU-01, dilakukan dengan metoda geometris menggunakan software Datcom, karena
hardware LSU-01 sudah tersedia tanpa disertai persamaan keadaan. Dengan
menggunakan gambar teknis skala 1:1 dan pengukuran langsung, maka
dimensi-dimensi komponen LSU-01 diperoleh yang selanjutnya digunakan sebagai
masukan untuk software Datcom. Nilai parameter UAV hasil perhitungan digunakan
untuk mendapatkan persamaan keadaan mode longitudinal dan lateral-direksional. Untuk
mengetahui karakteristik LSU-01, dilakukan pengujian terhadap persamaan keadaan
menggunakan software Matlab. Nilai waktu settling (ts), waktu tunda
(td), waktu puncak (tp), waktu pencapaian (tr),
dan lewatan maksimum (Mp) bisa dikeathui melalui simulasi. Data-data
hasil pengujian model tanpa sistem kendali tersebut merepresentasikan
karakteristik LSU-01 tanpa sistem kendali (open
loop). Dengan menambah sistem kendali diharapkan dapat memperbaki kestabilan
LSU-01. Dalam banyak kasus, pengujian sistem kendali
dikembangkan dalam lingkungan virtual untuk pengembangan model dan minimalisir
resiko.
1.2. Tujuan
-
Menghitung parameter LSU-01 menggunakan Datcom
-
Penurunan dan membentuk persamaan keadaan matra longitudinal
dan lateral direksional
-
Simulasi untuk mengetahui karakteristik sikap terbang
LSU-01 tanpa sistem kendali
2.
LANDASAN TEORI
2.1. Spesifikasi LSU-01
(gambar dan spesifikasi)
Spesifikasi
LSU-01 ditampilkan pada tabel 2.1 di bawah ini.
N0
|
Nama Komponen
|
Ukuran
|
Dimensi
|
1
|
Bentang sayap (wingspan)
|
1900
|
mm
|
2
|
Panjang Pesawat (fuselage
length )
|
1200
|
mm
|
3
|
Muatan maksimum (maximum payload)
|
0,5
|
kg
|
4
|
Kecepatan Terbang (cruising speed)
|
45
|
km/jam
|
5
|
Kecepatan Maksimum (maximum speed)
|
60
|
km/jam
|
6
|
Kecepatan stall (Airspeed Stall)
|
30
|
km/jam
|
7
|
Lama terbang maksimum (endurance)
|
50
|
menit
|
8
|
Mesin : brushless motor
|
980
|
kV
|
9
|
Jenis bahan bakar : baterai
|
5000
|
mAh
|
10
|
Take off :
dengan dilempar (throwed)
|
||
11
|
Sistem Kontrol :
- Take Off/Landing dengan
Remote Control
- Terbang
jarak jauh secara Autonomous
|
Model Pesawat tanpa awak LSU-01 ditampilkan pada gambar di bawah ini.
2.2. Datcom
Tujuan
utama dari United State Air Force (USAF) Stability and Control
Datcom adalah untuk memberikan kesimpulan
sistematis dari sebuah metoda untuk estimasi
stabilitas dan karakteristik sistem kendali dalam perancangan awal dan
aplikasinya. Digital Datcom menghitung stabilitas statik, daya angkat maksimum,
kendali permukaan, dan karakteristik
turunan dinamik. Program Datcom dikembangkan
secara modular berbasis gambar geometris.
Secara
umum Datcom membicarakan dan menganalisa geometri sayap, body dan ekor secara
konvensional dan efektivitas kendali permukaan di berbagai ketinggian. Pengguna
Datcom harus mengintegrasikan peningkatan efek berdasarkan konfigurasi keluaran
yang sudah teruji. Metoda Datcom dapat
digunakan untuk menghitung ulang nilai parameter dinamika terbang (remodelling) berbagai tipe UAV atau wahana
terbang yang sudah ada. Untuk itu pengalamatan geometris Datcom berisi konsep
“dasar” pesawat tradisional (termasuk konfigurasi canard), dan geometris
tertentu (unik) yang teridentifikasi
sebagai konfigurasi khusus.
2.3.
Penurunan Persamaan Gerak Wahana Terbang
Untuk
menurunkan persamaan keadaan dari wahana terbang termasuk UAV, maka diambil
asumsi bahwa wahana berupa benda kaku (rigid-body)
dan jarak antar titik-titik pada wahan tidak bergeser selama terbang. Ketiba
benda kaku bergerak di udara, dapat dipertimbangkan bahwa pergerakan dalam enam
derajat kebebasan (6-DOF). Dengan menerapkan hukum Newton kedua pada benda kaku,
maka persamaan gerak dibedakan atas gerak translasi dan gerak rotasi. Gerak
translasi akan menimbulkan gaya inersia, sedangkan gerak rotasi menimbulkan
momen inersia. Maka penurunan persamaan dinamika terbang dibedakan atas gerak translasi dan gerak rotasi.
3.
Implementasi
Persamaan Keadaan Pada
LSU-01
Dari penurunan perubahan gaya dan momen yang
diakibatkan oleh adanya gangguan dari keadaan setimbangnya dihasilkan enam
persamaan diferensial untuk gerak UAV di udara. Solusi diperoleh dengan
menerapkan asumsi dan memecah menjadi dua bagian yaitu : (1) persamaan gerak
longitudinal yang mengandung dua persamaan gaya dan satu persamaan momen,
(2) persamaan gerak lateral-direksional yang mengandung satu persamaan gaya dan dua persamaan momen. Kemudian dilakukan linierisasi agar bisa dilakukan
penyelesaian analitik. Agar persamaan dapat dibagi ke dalam dua bagian maka
diasumsikan bahwa pesawat diterbangkan pada lintasan lurus pada kondisi wing level dan tanpa percepatan.
3.1. Matra Longitudinal
Persamaan
keadaan matra longitudinal akan diturunkan dari persamaan defleksi elevator
dan perubahan kecil thrust
menyebabkan perubahan pada Fx dan Fz, namun tidak menimbulkan momen roll, momen yaw dan gaya Fy. Dengan demikian P= R = V = 0 dan untuk terbang lurus
datar φ = 0 dan ψ = 0. Representasi salib sumbu stabilitas pada gambar di
bawah ini.
Gambar Sumbu stabilitas kondisi
kesetimbangan dan gangguan pada LSU-01
Table : Parameter value for longitudinal motion
Parameter
|
Value
|
Parameter
|
Value
|
|
Cxu
|
-0.1530
|
Cxq
|
0
|
|
Czu
|
-0.1440
|
Czq
|
-0.9147
|
|
Cmu
|
0
|
Cmq
|
-15.9600
|
|
Cxa
|
0.3007
|
Cxde
|
0
|
|
Cza
|
-5.9540
|
Czde
|
-0.2865
|
|
Cma
|
-1.3150
|
Cmde
|
-0.9740
|
|
Cxa’
|
0
|
CxT
|
1.0000
|
|
Cza’
|
-0.4107
|
CzT
|
0
|
|
Cma’
|
-7.2160
|
CmT
|
1.0000
|
Tabel Nilai eigen, damping rasio dan frekuensi dari LSU-01 terintegrasi
Eigenvalue
|
Damping
|
Freq. (rad/s)
|
|
l1 = -6.79e-002 + 7.89e-001i
|
8.58e-002
|
7.92e-001
|
Short period
|
l2 = -6.79e-002 - 7.89e-001i
|
8.58e-002
|
7.92e-001
|
|
l3 = -6.37e+000 + 3.96e+000i
|
8.49e-001
|
7.50e+000
|
phugoid
|
l4 = -6.37e+000 - 3.96e+000i
|
8.49e-001
|
7.50e+000
|
The real part eigen value of system is negative, the meaning is that the system (LSU-01) have characteristic static stable at longitudinal motion.
Posisi ZeroPole pada bidang-s
Akar
karakteristik l1 dan l2 adalah memberikan
waktu osilasi lebih pendek dari pada dua akar karakteristik lainya. Dilihat
dari letak pole pada bidang-s, short period adalah akar karakteristik yang jauh
dari sumbu imajiner. Sebaliknya phugoid adalah long period yaitu akar
karakteristik yang dekat dngan sumbu imajiner dan memberikan waktu osilasi
lebih panjang. Terlihat pada gambar dibawah ini, bahwa efek dari elevator akan
berosilasi lebih lama dibanding dengan ekef dari daya dorong mesin (throttle).
Grafik keluaran gerak longitudinal :
![]() |
| bode plot sbb : |
3.2. Matra Lateral Diresional
Persamaan
keadaan matra longitudinal akan diturunkan dengan menerapkan beberapa
asumsi yang telah disebut di atas, maka enam persamaan dapat dipisahkan.
Penurunan persamaan gerak lateral berdasarkan gaya pada sumbu y, momen roll dan momen yaw.
Persamaan
adalah decoupled, maka diasumsikan bahwa Q = 0 (nol), dan sumbu x equilibrium
sepanjang lintasan terbang dan tidak ada slip samping selama kondisi equilibrium.
Table : Parameter value for lateral-directional motion
Parameter
|
Value
|
Parameter
|
Value
|
|
Cyb =
|
-0.1873
|
Clr
|
0.1430
|
|
Cyphi =
|
0.5539
|
Clda
|
0.0790
|
|
Cyp
|
0
|
Cldr
|
0.0040
|
|
Cyr
|
0
|
Cnb
|
0.0299
|
|
Cyda
|
0
|
Cnp
|
-0.0897
|
|
Cydr
|
0.0573
|
Cnr
|
-0.0405
|
|
Clb
|
-0.0766
|
Cnda
|
-0.0072
|
|
Clp
|
-0.300
|
Cndr
|
-1.6300
|
Tabel : Nilai eigen, damping rasio dan frekuensi dari LSU-01 Lateral-Direksional
Eigenvalue
|
Damping
|
Freq. (rad/s)
|
Keterangan
|
l1 = -9.7476
|
1.00e+000
|
9.75e+000
|
Roll mode
|
l2 = -0.2482+ 3.1100i
|
7.96e002
|
3.12e+000
|
Dutch roll
|
l3 = -0.2482-
3.1100i
|
7.96e002
|
3.12e+000
|
Dutch roll
|
l4 = 0.0302
|
-1.00e+000
|
3.02e-002
|
Spiral mode
|
Posisi pole-zero gerak lateral-direksional
Grafik
keluaran gerak lateral-direksional
Bode
plot gerak lateral-direksional LSU-01
Lokasi akar karakteristik untuk yaw
4. ANALISIS HASIL
SIMULASI
DAN PEMBAHASAN
4.1.
Analisis Waktu
Transien dan
Waktu Tunak Gerak Longitudinal
The simulation result above show that LSU-01 has static
and dynamic stability charachteristic. It is proved by the pole placement exist
at left imaginary axis wether at longitudinal s-plane (figure 4.1). The performance of
stability perhaps getting better after using closed loop control system in
order to reach faster stability respon time than the open loop condition.
Pole zero placement in longitudinal and lateral motion
have generally mode as same as a manned aircraft. Pole of longitudinal motion
consist of 2 complex number, one as short period which far from imaginary axis
and the other one as phugoid that place near the imaginary axis. By taken 2% of
error margin from steady state (time settling,Ts), longitudinal motion will
take 50 seconds time settling (figure 4.2).
While steady state of lateral motion will take 5 seconds towards rudder
deflection and 15 seconds towards aeleron defflection (figure 4.6).
4.2.
Analisis Parameter
Waktu Transien dan
Waktu Tunak Gerak Lateral-Direksional
The simulation result above show that LSU-01 has static
and dynamic stability charachteristic. It is proved by the pole placement exist
at left imaginary axis wether at lateral s-plane (figure 4.5). Pole of Lateral motion
consist of one pole as roll mode which far from imaginary axis, 2 pole
represented as complex number-dutch roll, and another pole called spiral mode. The
performance of stability perhaps getting better after using closed loop control
system in order to reach faster stability respon time than the open loop condition.
5.
KESIMPULAN
-
Calculating flight dynamic parameter of LSU-01 have
been done using Datcom
-
The
state space of LSU 01 was done succesfully in longitudinal and lateral motion.
-
Simulation
results show that equation of motion of LSU 01 has static stability and dynamic
stability
-
Regarding
pole zero placement, LSU-01 has general mode as same as manned aircraft.
UCAPAN TERMAKASIH
Atas sumbang
saran dan kerjasamanya say ucapkan terimakasih kepada yth Prof. Dr. Bambang
Ryanto, Supendi – SEEI – ITB, Syahron H.
Nasution – PT.DI.
PERNYATAAN PENULIS
Penulis
menyatakan bahwa paper ini adalah asli hasil karya sendiri, dengan penggunaan
data, gambar atau informasi sudah seijin pembuatnya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Adam
William Sloan, Andrew Ross Price; “Visual Determination of UAV Attitude In-Flight”; First
Australasian Unmanned Air Vehicles Conference, AIAC-11 Eleventh Australian
International Aerospace Congress; Sunday
13 – Thursday 17 March 2005, Melbourne, Victoria, Australia. [download01-07-2013]
2.
Mihai
Lungu; “Stabilization and Control of a UAV Flight
Attitude Angles using the Backstepping Method”; World Academy of Science, Engineering and Technology
61 2012. [download01-07-2013]
3.
St. Louis Divison; “The Usaf Stability and Control DATCOM, User Manual, Volume I”; Datco User manual; McDonnell Douglas Astronautics Company;
Update by Public Domain Aeronautical Software; Santa Cruz CA95061; December
1999.
4.
NN, Mathwork; ” Matlab
Software 12a”; Matlab
License Number : 779907; January 2013.
5. John H. Blakelock; “Automatic Control of Aircraft and Missiles, second edition”; Air Force Institute of Technology; A Willey-Interscience
Publication; John Wiley & Sons, Inc. 1991.
6. Donald
McLean; “Automatic
Flight Control System”; Prentice
Hall International (UK) Ltd. , 1990.
BIO
DATA PENULIS
Eko Budi Purwanto;
Penulis adalah peneliti di Pusat Teknologi Penerbangan dalam bidang penelitian
Pemodelan dan Perancangan Sistem Kendali. Penulis bekerja di Pustekbang LAPAN
sejak tahun 1990 hingga kini. Penulis aktif mengamalkan ilmunya sebagai dosen
paruh waktu di UPH, BINUS dan STMIK Dharma Putra. Bidang ilmu yang dikuasai
adalah Artificial Intelligence, Expert
System, Design and Analysis of Algorithm, Control System, Digital System, Microelectronic,
and Human Computer Interaction. Banyak tulisan ilmiah (paper) tentang Hardware In
the Loop Simulation (HILS), Pemodelan UAV dan Perancangan Sistem Kendali
telah dimuat di beberapa Jurnal Nasional. Hasil karya berupa buku antara lain
Perancangan dan Analisis Algoritma (PAA), Teori dan Aplikasi Sistem Digital, Hardware In the Loop Simulation (HILS),
dan buku ajar Artificial Intelligence. 











Tidak ada komentar:
Posting Komentar